Membuat Pembukuan Sederhana Beserta Penjelasan

Membuat Pembukuan Sederhana Beserta Penjelasan - Mario Bd

Pembukuan Sederhana adalah suatu cara untuk melakukan pencatatan transaksi yang dimana tidak memerlukan analisis terlebih dahulu. Dalam pembukuan sederhana, suatu transaksi yang terjadi akan dicatat secara tunggal, yang dimana artinya transaksti tidak di catat debet pada suatu bentuk perkiraan dan juga kredit lainnya.


Dan dengan begitu pula, Catatan Transaksi tersebut hanyalah merupakan sebuah catatan informasi tentang keterangan, catatan kejadian, dan juga jumlah satuan uang. Contohnya, apabila pembelian barang dari PT Terang Bulan pada tanggal 1 januari 2018 seharga Rp 5.200.000,00 yang telah dilakukan secara kredit. Dengan demikian bentuk catatan tesebut adalah sebagai berikut.
Membuat Pembukuan Sederhana Beserta Penjelasan - www.mariobd.com

Secara Sederhana Kegiatan Pembukuan Meliputi Hal-Hal Berikut Ini

A. Pencatatan Transaksi
Dalam bentuk pembukuan yang sederhana, transaks yang telah terjadi dalam satu periode belakangan dicatat di dalam sebuah buku, diantaranya adalah sebagai berikut.

1. Buku Kas
contoh buku kas - www.mariobd.com
Buku Kas berfungsi untuk tempat mencatat transaksi yang telah di lakukan dengan cara tunai.

2. Buku Harian Umum
contoh buku harian umum - www.mariobd.com
Buku Harian Umum berfungsi untuk tempat mencatat berbagai macam transaksi yang dimana tidak dapat di catat dalam buku kas, diantaranya transaksi pembelian kredit, retur penjualan, penjualan kredit, retur pembelian.

3. Buku Pembantu Atau Buku Tambahan
Buku Pembantuan merupakan buku yang terdiri dari buku piutang yang dimana berfungsi untuk mencatat perubahan piutang yang terjadi kepada setiap debitur dan buku utang untuk mencatat berbagai perubahan utang kepada setiap kreditor.

Dan agar bisa memudahkan untuk melakukan pencarian data dari buku kas selama satu bulan terakhir, maka ada baiknya setiap bulan dibuat buku ikhtisar kas.

B. Penyusunan Neraca
Penyusunan Neraca ini sendiri dibuat berdasarkan data yang terdapat dalam neraca awal periode, data inventaris dan, ikhtisar buku kas,(hasil dari perhitungan pemeriksaan akhir suatu periode), serta juga buku pembantu.

Berikut adalah yang merupakan unsur-unsur dari neraca.
1. Utang Yang Terdiri Dari:
  • Utang Listrik
  • Utang Gaji
  • Utang Per 31 Januari Tahun Berjalan

2. Modal
Merupakan selisih dari total harta dan juga total utan
  • Harta = Kewajiban + Total
  • Harta = Kewajiban + Modal + Pendapatan - Biaya
  • Harta + Biaya = Kewajiban + Modal + Pendapatan
 Contoh Neraca:


3. Harta Yang Berupa:
  • Persediaan perlengkapan
  • Peralatan
  • Kas
  • piutang

C. Penyusunan Laporan Laba Rugi
Untuk menghitung laba rugi bisa dilakukan dengan mengumpulkan data dari buku harian, lalu di hubungkan dengan data dari neraca awal periode dan juga data inventaris pada akhir periode. Dan untuk bisa menghitung penghasilan dari suatu penjualan barang, yang diperoleh dari buku penjualan, sementara itu retur penjualan barang diperoleh dari data buku harian umum.

Dan untuk menghitung harga pokok barang yang telah dijual bisa diperoleh dari nilai persediaan awal yang terdapat dalam neraca awal periode. Yang dimana, data untuk menghitung data pembelian tunai tersebut diperoleh dari buku kas, retur pembelian, serta pembelian kredit dalam pembelian dalam buku harian secara umum. Sementara itu, persedian barang-barang pada akhir periode dapat diperoleh dari data inventaris.

Berbagai beban yang menjadi beban suatu periode akan dihitung dengan cara mengkoreksikan antara beban yang dibayar tunai atau yang masih terutang menurut data inventaris. Setelah data penghasilan penjualan, beban usah dihitung dan juga harga pokok barang yang dijual, maka data tersebut disusun dalam laporan laba rugi.

Untuk dapat memastikan ketelitian perhitungan dan pencatatan laba-rugi, bisa dihitung dengan cara sebagai berikut.

1. Dengan Menghitung Laba-Rugi Secara Terinci
Dengan artian, hasil dari perhitungan ini haruslah sama dengan laba-rugi menurut perbandingan modal.

2. Membandingkan Antara Modal Awal Dengan Jumlah Modal Akhir Neraca
Sebagai contohnya seperti gambar berikut ini

contoh perbandingan antara modal awal dengan modal akhir neraca - www.mariobd.com

Loading...

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Membuat Pembukuan Sederhana Beserta Penjelasan"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel