Seluk Beluk Proses Produksi Serta Merancang Proses Produksi


Seluk Beluk Proses Produksi Serta Merancang Proses Produksi - www.mariobd.com

A. Seluk Beluk Proses Produksi
Proses Produksi adalah sebuah kegiatan mengubah, pembentukan dan juga menciptakan untuk meningkatkan nilai suatu barang. Kegiatan produksi sendiri biasanya dan dominan dilakukan oleh perusahan-perusahaan industri, namun bukan tidak mungkin Kegiatan produksi bisa dilakukan dirumah oleh kelompok yang lebih sedikit.

Dalam melakukan Proses Kegiatan Produksi sendiri ada beberapa hal yang harus diperhatikan, diantaranya:


1. Sifat Proses Produksi

A. Proses Produksi Yang Terus-Menerus
Arti dari proses produksi yang terus-menerus ini sendiri merupakan proses produksi yang hanya dilakukan berdasarkan kepada ramalan penjualan dan tidak berdasarkan kepada jumlah pesanan yang masuk. Proses Produksi secara terus menerus ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pada pasar dan karena itu juga jumlah produk yang dibuat pada umumnya relatif banyak.

B. Proses Produksi Terputus-Putus
Berbeda hal nya dengan Proses Produksi Yang Terus-Menerus, Proses Produksi yang Terputus-Putus merupakan Proses Prduksi yang hanya akan dilakukan berdasarkan atas jumlah pesanan yang telah diterima oleh perusahaan tersebut. Proses Produksi Terputus-Putus tidak dilakukan berdasarkan pada ramalan penjualan dan jumlah pada suatu produk yang dibuat biasanya sedikit karena menunggu jumlah pesanan yang masuk pada perusahaan tersebut.

2. Jenis Produk
Seorang Wirausahawan disin perlu melakukan perhatian dan juga pertimbangan jenis suatu produk yang disertai dengan penelitian tentang:
  • berapa jumlah produk yang akan diproduksi
  • bagaimanakah sikap permintaan terhadap produk tersebut apakah musiman atau sepanjang masa
  • lokasi, apakah perusahaan tersebut harus berdekatan dengan pasar atau malah berdekatan dengan sumber bahan baku
3. Pengendalian Proses Produksi
Pengedalian proses produksi disini menyangkut beberapa masalah seperti perencanaan dan juga pengawasan proses produksi di dalam perusahaan tersebut. Dengan begitu wirausahawan haruslah bisa menetapkan produk apa yang akan diproduksi dan berapa jumlahnya yang akan diproduksi pada periode yang akan datang.

Selain itu wirausahawan juga harus bisa menentukan bagaimana dalam penyelesaian proses produksi, kapan akan dimulai dan kapan juga akan diberhentikan. Dan untuk kelancaran produksi maka semua itu haruslah bisa dikoordinasikan, dikendalikan serta direncanakan dengan baik oleh wirausahawan tersebut.

Berikut merupakan tahapan-tahapan yang perlu dipertimbangkan:

A. Routing
Proses Routing merupakan proses untuk menetapkan dan juga menentukan urutan proses produksi, mulai dari bahan mentah hingga menjadi bahan akhir, proses ini juga menentukan barang-barang atau alat apa saja yang akan digunakan.

B. Scheduling
Proses Scheduling merupakan proses untuk menetapkan dan juga menentukan proses dari produksi yang akan disinergikan menjadi satu kesatuan. Dari proses Scheduling ini maka akan bisa diketahui penggunan dalam hal waktu dari setiap pemrosesan produksi.

C. Dispatching
Proses Dispatching merupakan proses untuk menetapkan dan juga menentukan proses untuk pemberian perintah untuk melaksanakan proses produksi yang telah direncanakan pada tahap Routing dan juga Scheduling.

D. Follow Up
Proses Follow Up merupakan proses untuk menetapkan serta menentukan berbagai macam kegiatan agar tidak terjadinya suatu penundaan dan juga akan mendorong terjadinya koordinasi seluruh perencanaan pada suatu proses produksi.


B. Merancang Proses Produksi
dalam melakukan proses produksi seorang wirausahawan haruslah bisa menentukan dengan sangat jelas apa syarat-syarat, faktor perencanaan, dan juga ciri-ciri produksi. Hal tersebut adalah hal yang penting agar proses dari produksi bisa berjalan dengan lancar tanpa adanya hambatan dan tujuan utama perusahaan untuk bisa mendapatkan laba berhasil.

1. Syarat-Syarat Perencanaan Proses Produksi
  • Perencanaan Proses Produksi haruslah sederhana, yang artinya dapat dengan mudah dimengerti dan juga dilaksanakan
  • Perencanaan Proses Produksi haruslah memberikan nilai analisis dan juga klasifikasi kegiatan
  • Perencanaan Proses Produksi haruslah disesuaikan dengan tujuan dari perusahaan tersebut

2. Ciri-Ciri Prerencanaan Proses Produksi
  • Perencanaan Proses Produksi haruslah bisa mengkoordinasikan mulai dari kegiatan produksi dengan kegiatan pada bagian lainnya
  • Perencanaan Proses Produksi haruslah bisa menentukan berapa banyaknya kualitas produk, jumlah produk, warna produk, bentuk produk, ukuran produk, dan lainnya.
  • Perencanaan Proses Produksi haruslah mengaraha kepada kegiatan-kegiatan pada masa yang akan datang
  • Perencanaan Proses Produksi haruslah memiliki jangka waktu tertentu
  • Perencanaan Proses Produksi haruslah bisa mempersiapkan tenaga kerja, bahan baku, mesin-mesin, modal, metode pengerjaan, dan lain sebagainya.

3. Persiapan Perencanaan Proses Produksi
Berikut hal yang diperlukan untuk persiapan perencanaan produksi:

A. Prosedur Persiapan 
sebelum memulai membentuk sebuah produk, ada baiknya seorang wirausahawan terlebih dahulu menimba wawasan dari konsumen dan juga mengajak para karyawan untuk ikut memikirkan produk apa yang akan dibuat.

B.Penyaringan Gagasan
setelah berhasil menemukan banyak gagasan, maka tahap selanjutnya adalah menyaring gagasan tersebut untuk menemukan gagasan mana yang baik.

C.Analisis Gagasan
selanjutnya setelah berhasil menyaring gagasan tersebut wirausahawan akan lebih baik melakukan analisis terhadap gagasan proses produksi dari macam-macam usaha, tujuan dilakukannya analisis itu sendiri adalah untuk mengetahui:
  • jumlah omset penjualan
  • kemampuan dari produk yang bisa mendatangkan laba
  • potensi permintaan terhadap produk
D. Percobaan Produk
Setelah melakukan analisis maka selanjutnya wirausahawan harus melakukan percobaaan produk yang dimana wirausahawan mewujudkan gagasan-gagasan yang telah dipilih ke dalam tindakan yang lebih konkret, yaitu menciptakan produk sesuai dengan gagasan. Dalam hal ini produk tersebut haruslah bisa ditertanggung jawabkan baik secara komersil maupun teknis.

E. Uji Coba Produk
setelah produk berhasil di buat maka selanjutnya meneliti produk tersebut untuk mengetahui kelemahan produk, cacat atau tidak, bermanfaat atau tidak serta apabila ada kesalahan dalam pembuatan produk. Setelah melewati tahapa uji coba maka di harapkan produk tersebut bisa dipertanggung jawabkan kepada konsumen.

F. Komersialisasi
Komersialisasi adalah tahap dimana memperkenalkan produk yang sebelumnya telah diproduksi kepada para konsumen. Dalam tahapan ini wirausahawan sangat berusaha agar produk yang telah dibuat bisa diterima dengan baik oleh para konsumen, dengan begitu wirausahawan mulai memberikan nama pada produk, menentukan harga dengan bijak, melakukan promosi, dan juga membuat kemasan semenarik mungkin.

Agar bisa berjalan dengan baik maka perlu dilakukan pengawasan serta pengendalian pada saat proses produksi.
Loading...

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Seluk Beluk Proses Produksi Serta Merancang Proses Produksi"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel