Dasar Klasifikasi Dan Sistem Klasifikasi Mahluk Hidup

Dasar Klasifikasi Dan Sistem Klasifikasi Mahluk Hidup - Mario Bd

A. Pengertian Klasifikasi
Klasifikasi adalah mengelompokkan suatu hal yang mirip atau sama satu dengan yang lainnya. Klasifikasi juga dilakukan dengan berdasarkan perbedaan dan persamaan yang dimiliki oleh mahluk hidup. Dengan begitu, untuk bisa memudahkan manusia untuk mempelajarinya di lakukanlah klasifikasi.


B. Dasar Klasifikasi Mahluk Hidup
Kegiatan klasifikasi adalah sebuah kegiatan untuk mengelompokkan mahluk hidup dengan cara mencari keseragaman sifat atau ciri dari berbagai macam ciri yang dimiliki oleh mahluk hidup tersebut. Dan pada umumnya hal yang menjadi dasar pada pembentukan klasifikasi adalah ciri biokimia, manfaat, serta struktur morfologi dan anatomi.

1. Klasifikasi Berdasarkan Ciri Biokimia
Pada tingkatan yang tinggi, sebuah klasifikasi juga bisa dilakukan dengan berdasarkan ciri biokimia. Contohnya, dengan berdasarkan kandungan enzim yang dimiliki, dengan berdasarkan susunan basa nitrogen pada DNA, dan juga sebagainya.

2. Klasifikasi Berdasarkan Struktur Morfologi Dan Anatomi
Pada tahapan ini, pengelompokan mahluk hidup tidak hanya diklasifikasi berdasarkan manfaat dari mahluk hidup tersebut bagi manusia. Tetapi, bisa pula dengan berdasarkan struktur morfologi dan anatomi-nya. Anatomi adalah suatu ciri yang ada pada bagian tubuh mahluk hidup, contohnya bentuk berkas pembuluh, ada atau tidaknya kambium pada tumbuhan, dan sebagainya. Morfologi adalah ciri suatu ciri yang tampak dari luar tubuh mahluk hidup tersebut, contohnya bentuk bunga, bentuk biji, bentuk daun, dan bentuk buah pada tumbuhan.

3. Klasifikasi Berdasarkan Manfaat
Klasifikasi juga bisa dilakukan dengan berdasarkan manfaat yang dipunyai oleh mahluk hidup tersebut. Contohnya antara bunga mawar dengan jahe, bunga mawar termasuk ke dalam jenis tanaman hias, dan sedangkan jahe termasuk ke dalam tanaman obat. Serta banyak juga kelompok tanaman budidaya, kelompok hewan liar, kelompok hewan ternak, dan juga sebagainya.

C. Sistem-Sistem Klasifikasi Mahluk Hidup
Cara dalam melakukan pengelompokan atau klasifikasi mahluk hidup selalu mengalami yang namanya perubahan sesuai dengan bertambahnya ilmu pengetahuan manusia dan juga adanya perbedaan tujuan pengklasifikasian. Hal itu juga yang mengakibatkan lahirnya berbagai macam sistem klasifikasi.

Tetapi sesungguhnya seluruh sistem klasifikasi bersifat artifisial, sebab tentu saja seluruh sistem klasifikasi tersebut buatan manusia. Dan berikut adalah 3 macam sistem klasifikasi yang dibuat oleh manusia.

1. Klasifikasi Sistem Alam
Klasifikasi Sistem Alam adalah salah satu sistem klasifikasi yang mengharapkan terbentuknya berbagai macam takson yang bersifat natural, yang artinya kelompok yang terbentuk adalah sebuah kelompok yang disesuaikan dengan yang dikehendaki oleh alam.

Periode klasifikasi sistem alam adalah pada akhir abad 18 hingga pertengahan abad 19. serta tokoh taksonomi yang memakai klasifikasi alam adalah Lamarck pada tahun 1744-1829, Cuvier pada tahun 1769-1822, dan Adanson pada tahun 1727-1806.

2. Klasifikasi Sistem Filogenetik
Klasifikasi Sistem Filogenetik adalah sebuah sistem yang muncul setelah lahirnya sebuah teori evolusi. Sistem ini juga mengkehendaki supaya klasifikasi tidak hanya menghasilkan sebuah rangkuman mengenai dunia dari mahluk hidup, tetapi juga bisa mencerminkan gambaran urutan perkembangan dari mahluk hidup dengan menurut sejarah dari filogenetiknya, dan juga jauh dekatnya hubungan kekerabatan antara satu takson dengan takson yang lainnya.

Periode dari sistem Filogenetik adalah mulai dari pertengahan abad 19 sampai dengan sekarang. Sistem ini berkembang dikarenakan adanya sebuah teori evolusi yang diajukan oleh Lamarck pada bukunya yang berjudul Philosophie Zoologique pada tahun 1809 serta disusul oleh karya dari Charles Darwin pada bukunya yang berjudul On the origin of the species by means of natural selection pada tahun 1859.

3. Klasifikasi Sistem Artifisial
Sistem klasifikasi tumbuhan yang juga dianggap artifisial adalah sebuah sistem numerik yaitu berdasarkan kepada ciri alat kelamin pada tumbuhan yang diciptakan oleh Carolus Linnaeus pada tahun 1707-1778. Carolus Linnaeus dikenal juga dengan bapak taksonomi.


Contoh dari sistem klasifikasi sistem artifisial adalah pengelompokan tumbuhan yang berdasarkan kepada perawakan tubuhnya, atau disebut juga dengan sistem habitus. Sistem habitus tersebut juga membedakan kingdom plantae atau tumbuhan menjadi beberapa kelompok, yaitu perdu, gulma, semak dan pohon.
Loading...

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Dasar Klasifikasi Dan Sistem Klasifikasi Mahluk Hidup"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel