Penjelasan Titik Peluang Pokok (TPP) atau Break Event Point (BEP)

Penjelasan Titik Peluang Pokok (TPP) atau Break Event Point (BEP) - Mario Bd

Titik peluang pokok atau juga disebut dengan Break event point adalah titik keseimbangan antara jumlah hasil penjualan dengan jumlah biaya produksi. Analisis break point ini sendiri digunakan untuk mencari hubungan diantara biaya variabel, keuntungan, volume penjualan, dan juga biaya tetap. Dengan kata lainnya, analisis BEP merupakan salah satu pendekatan perencanaan keuntungan yang dimana berorientasikan pada hubungan antara biaya dan juga penghasilan produksi.

Berikut adalah unsur-unsur dalam perhitungan analisis BEP.
  • Pada masa periode pelaksanaan analisis harga jual per unitnya tidak boleh berubah
  • Perusahaan hanyalah boleh memproduksi satu macam produk. Apabila perusahaan memproduksi lebih dari satu produk, maka penghasilan dari penjualan msing-masing produk konstan/tetap.
  • Penggolongan biaya dalam perusahaan menjadi biaya variabel dan biaya tetap.
  • Besarnya biaya variabel secara total berubah-ubah sebanding dengan penjualan/volume.
  • Besarnya biaya tetap secara total tidak berubah, walaupun terdapat perubahan volume produksi.

A. Perhitungan BEP
Ada beberapa cara untuk menghitung BEP, berikut saya akan mengemukakan dua diantaranya.

1. Perhitungan BEP atas dasar penjualan dengan Rupiah
Berikut adalah rumus perhitungan-nya:
www.mariob.com

Keterangan:
ƩVC : Hasil Penjualan Dalam Bentuk Rupiah
S : Volume Penjualan
BEP (R) : Hasil Penjualan Dalam Bentuk Rupiah
FC : Biaya Tetap (Fixed Out)

Contoh persoalan:

PT Gelap Gulita memproduksi kaos
Biaya Variabel : Rp 4.000,00 - Per unitnya
Biaya Tetap : Rp 36.000.000,00
Harga Jual : Rp 10.000,00 - Per Unitnya
Yang ditanya, berpakah BEP (Q) nya?

Jawab:
www.mariobd.com

Berdasarkan dari contoh tersebut, dapat diihat kontribusi ke biaya tetap adalah sebesar Rp 6.000,00 (harga Rp 10.000,00 yang dikurangi dengan biaya variabel sebanyak Rp 4.000,00). dan dengan demikian , untuk bisa menutupi biaya tetap sebanyak Rp 36.000,00, perusahaan harus bisa menjual produknya sebanyak 6.000 unit.

2. Rumus Perhitungan BEP atas dasar kuantitatif
Berikut adalah rumus perhitungan-nya:
www.mariobd.com

Keterangan:
VC : Variabel cost/biaya variabel
P : Price per unit/harga perunitnya
BEP (Q) : Jumlah Unit Produk Yang Dihasilkan Atau Dijual
FC : Fixed Cost/biaya tetap

Contoh Persoalan:

PT Gelap Gulita Memproduki Kaos.
Biaya Variabel : Rp 4.000,00 - Perunitnya
Biaya Tetap : Rp 36.000.000,00
Harga Jual : Rp 10.000,00 - Perunitnya
Yang ditanya, berapakah kapasitas produksi maksimal 10.000 unit.
Berpa BEP (R) nya?

Jawab:

www.mariobd.com
Berdasarkan dari contoh tersebut, BEP (R) dapat dicapai pada volume penjualan sebesar Rp 60.000.000,00. dan apabila volume penjualan tersebut dibagikan dengan harga jual perunit, berarti jumlah produk yang akan dijual adalah = Rp 60.000.000,00 dibagikan dengan harga jual tiap unit Rp 10.000,00 = 6.000 unit.

B. Perubahan Harga Jual Perunit
1. Harga Jual Turun
Misalnya, harga jual kaos kaki buatan PT Kaki Koe turun dari Rp 10.000,00 menjadi Rp 8.000,00 per unitnya, maka bisa didapatkan BEP nya sebagai berikut:
www.mariobd.com

B. Harga Jual Naik
Misalnya, harga jual kaos kaki buatan PT Kaki Koe naik dari Rp 10.000,00 menjadi Rp 12.000,00 perunitnya, maka bisa didapatkan BEP nya sebagai berikut:

www.mariobd.com

Dan dengan begitu dapat kita simpulkan bahwa, apabila harga jual meningkat/naik, maka dengan beigitu BEP yang dihasilkan akan turun. Tetapi sebaliknya, apabila harga turun, maka BEP yang dihasilkan akan naik.
Loading...

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Penjelasan Titik Peluang Pokok (TPP) atau Break Event Point (BEP)"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel