Apa Itu Tenaga Eksogen Dan Tenaga Endogen?

Beserta penjelasan lengkap nya

Apabila kita perhatikan, sering kali kita melihat bagian yang tidak rata pada permukaan bumi. Ada gunung, lembah, dataran tinggi, dan juga dataran rendah. Ada juga sungai, laut, selat, danau, air terjun, dan samudera. Bukan hanya itu saja, anda juga akan menemukan berbagai pulau-pulau kecil , benua, dan juga pulau-pulau besar.

Dan ahli geofisika telah menunjukkan dengan berdasarkan data magnetik bahwa banyak benua yang telah mengalami pergerakan memisah dengan jarak yang cukup besar. Bukti inilah yang mendorong munculnya sebuah teori yang disebut dengan teori tektonik lempeng.

Teori tektonik lempeng merupakan sebuah penyempurnaan dari teori pergeseran benua yang dikemukakan oleh Alfred Wegner. Teori ini mengatakan bahwa terdapat setidaknya sekitar 12 lempeng yang menyusun kerak bumi (permukaan bumi). dan peristiwa pergeseran benua adalah dikarenakan aktivitas tektonisme dari berbagai lempeng tersebut.

Tektonisme juga merupakan bagian dari tenaga geologi yang menyebabkan berbagai macam perubahan bentuk pada permukaan bumi. Secara umum tenaga geologi dibedakan menjadi dua, yaitu tenaga Eksogen dan tenaga Endogen.

A. Tenaga Eksogen
Tenaga Eksogen adalah Tenaga yang berasal dari luar yang merombak bangunan dari hasil kerja endogen. Apabila permukaan bumi sudah terbentuk dari hasil tektonisme dan juga vulkanisme serta adanya perombakan dari aktivitas gempa. Maka, tenaga eksogen akan melanjutkannya dengan proses perusakan.

Dan pada dasarnya, tenaga eksogen meliputi hal-hal seperti pelapukan, pengangkutan, pengikisan, dan pada akhirnya pengendapan.

Pelapukan
Pelapukan adalah salah satu peristiwa hancurnya bebatuan dari gumpalan besar menjadi banyak butiran kecil, hingga bisa menjadi halus. Dan terkadang unsur bebatuan tertentu bisa larut di dalam air. Berdasarkan dari penyebabnya, pelapukan bisa dikelompokkan menjadi tiga, yaitu sebagai berikut.

  • Pelapukan Kimiawi, merupakan pelapukan yang disebabkan dari terjadinya reaksi kimia pada bebatuan, seperti oksidasi, penguapan, dan juga dehidrasi.
  • Pelapukan Organik, merupakan pelapukan yang disebabkan oleh aktivitas mahluk hidup, seperti cendawan, lumut, dan organisme kecil dalam tanah yang bisa melapuk kan bebatuan ditempat nya bersarang.
  • Pelapukan Mekanik, merupakan pelapukan yang terjadi karena berbagai macam keadaan fisik, diantaranya pembekuan air dalam celah batu, pengelupasan, pengaruh cahaya matahari, dan juga perubahan suhu.

Pengangkutan
Apabila ada material yang sudah lapuk, maka akan mengalami proses pengangkutan oleh air yang mengalir, es yang bergerak, angin, dan juga gravitasi bumi.

Pengikisan (erosi)
Berbagai media alam yang bergerak seperti gletser, angin, dan air, terlebih setelah mengangkut benda padat, akan sekaligus mengikis bebatuan yang dilaluinya.

Pengendapan
Berbagai material yang telah dibawa oleh gletser, air dan juga angin sebelumnya pada akhirnya akan mengendap pada suatu tempat. Dan pengendapan ini bisa terjadi di lembah, muara sungai, lereng, pantai, dan juga yang lainnya.

B. Tenaga Endogen
Tenaga Endogen adalah suatu tenaga yang berasal dari dalam yang menyebabkan terbentuknya bangunan yang baru pada permukaan bumi. Tenaga Endogen ini juga sangat memengaruhi keragaman bentuk permukaan bumi, seperti lemah, palung, kawah, dan juga pegunungan.

Tektonisme
Tektonisme merupakan suatu peristiwa perubahan dan pergeseran letak kerak bumi dalam skala besar yang dimana meliputi pembentukan patahan, pergerakan lempeng, dan juga lipatan. Perubahan ini bisa disebabkan oleh aktivitas lempeng yang saling bergesekan, menjauh dan juga menumbuk.

Sedangkan perubahan pada kerak bumi bisa disebabkan oleh gaya atau tekanan horizontal yang menekan berbagai bagian tertentu dari kerak bumi. Patahan dan lipatan bisa membuat terciptanya sebuah gunung, pergerakan lempeng bisa membuat terciptanya sebuah benua, dan juga tektonisme kerap kali akan menghasilkan gempa dikarenakan gesekan antar lempeng dan juga tumbukan.

Vulkanisme
Vulkanisme merupakan segala bentuk kegiatan magma dari bagian dalam litosfer yang menyusup ke lapisan atas hingga sampai keluar permukaan bumi. Gerakan magma ini terjadi dikarenakan magma mengandung gas dan juga bertemperatur tinggi, sehingga menekan bebatuan yang ada di sekitarnya.

Hal ini juga yang mengakibatkan munculnya berbagai bentuk seperti kubah ataupun gunung, yang dikenal dengan gunung berapi. Magma yang ada pada lapisan bumi juga bisa dimanfaatkan sebagai tenaga panas bumi. Dan tenaga panas tersebut bisa berguna sebagai salah satu sumber energi, misalnya pembangkit listrik.

Gempa
Gempa adalah peristiwa yang terjadi diakibatkan adanya sentakan pada kerak bumi sebagai gejala pengiring dari aktivitas tektonisme ataupun vulkanisme, serta kada-kadang diakibatkan karena runtuhan bagian bumi secara lokal. Ketika Gempa terjadi, bumi akan terasa goyang kesamping dan keatas.

Arah datangnya gempa tersebut juga sangatlah sulit untuk bisa diketahui. Oleh karena itu, sangatlah sulit untuk menentukan kemana harus lari saat gempa bumi terjadi. Pusat gempa yang terletak pada bagian bawah kerak bumi disebut juga dengan hiposentrum, dan titik atau garis yang ada pada permukaan yang tegak lurus diatas hiposentrum disebut juga dengan episentrum.

Gempa bisa dibedakan menjadi tiga jenis, diantaranya adalah sebagai berikut.

  • Gempa Vulkanik, gempa yang terjadi di sekitar gunung berapi menjelang letusan, beberapa waktu setelah letusan, dan juga pada saat letusan.
  • Gempa Tanah Runtuh, gempa yang terjadi mengiringi bagian pada gua yang runtuh , misalnya pada lorong pertambangan yang lapuk dan gua kapur.
  • Gempa Tektonik, gempa yang terjadi karena adanya pergeseran ataupun patahan pada kerak bumi. Gempa ini pada umumnya adalah yang memiliki kekuatan paling besar.

Dan berdasarkan kepada kedalaman hiposentrum atau jarak fokusnya, gempa bisa dibedakan menjadi berikut ini.

  • Gempa dangkal, gempa yang memiliki kedalaman kurang dari 100Km.
  • Gempa Intermedier, gempa yang memiliki kedalaman 100-300Km.
  • Gempa dalam, gempa yang memiliki kedalaman lebih dari 300Km.

Getaran yang disebabkan oleh gempa bisa diukur dengan alat khusus yaitu seismograf. Getaran gempa yang ada pada umumnya yaitu Horizontal dan juga Vertikal, maka dari itu alat pencatat nya juga ada dua macam, yaitu seismograf vertikal dan juga seismograf horizontal. Dan skala yang sering digunakan ada beberapa yaitu Skala Mercalli, Skala Ritcher, dan juga Skala Omari.
Loading...

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Apa Itu Tenaga Eksogen Dan Tenaga Endogen?"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel