Alasan Bisnis Global Dan Strategi Bisnis Global

penjelasan lengakap

Pada era globalisasi yang terjadi sekarang ini, berbagai macam bisnis dan ekonomi juga ikut terpengaruh. Batasan antar nagara yang sekarang juga semakin kabur yang diakibatkan oleh teknologi komunikasi yang semakin maju. Hal ini juga semakin mendorong banyak pelaku bisnis untuk masuk bisnis global.


A. Alasan Bisnis Global
Banyak perusahaan kelas dunia dengan pasar ataupun juga pabriknya yang tersebar pada berbagai penjuru dunia. Sebagai contoh, Wal-Mart, salah satu perusahaan ritel terbesar di dunia yang berasal dari negara Amerika Serikat, pada tahun 2010 setidaknya mampu meraup penerimaan yang lebih dari US$408 Miliar, keuntungan yang diperkirakan US$14 Miliar dan juga mempekerjakan lebih dari sebanyak 2 juta karyawan yang tersebar di seluruh dunia.

Sedangkan Exxon Mobil, perusahaan dari Amerika Serikat yang bergerak pada bidang migas pada tahun 2010 mampu meraup penerimaan sebanyak US$275 miliar dengan total keuntungan sekitar US$19 miliar. Pertamina juga diperkirakan meraih penerimaan sebesar US$61 miliar pada tahun 2008.

Jadi beberapa alasan banyak perusahaan bermain secara global adalah sebagai berikut.

  • Keuntungan
  • Pasar
  • Kapital
  • Bahan baku
  • Tenaga kerja

Operasi bisnis secara global juga bisa memperluas pangsa pasar, yang dimana kalau hanya dengan mengandalkan pasar domestik atau lokal, pangsa pasar tersebut akan relatif terbatas. Beberapa perusahaan dalam negeri juga bersedia menerima investor dari luar negeri sehingga menjadi sebuah perusahaan modal asing (PMA) yang diantaranya juga untuk memanfaatkan jaringan global yang dimiliki oleh investor asing, termasuk dalam pemasaran.

China, Vietnam, dan Indonesia merupakan beberapa negara yang banyak sekali dilirik oleh perusahaan Jepang, Eropa, Dan Amerika untuk bisa berinvestasi karena pertimbangan pasar yang potensial atau populasi penduduk yang relatif tinggi, ketersediaan tenaga kerja dengan standar upah yang relatif murah, dan juga ketersediaan bahan baku.

B. Strategi Bisnis Global
Bermain pada bisnis global mempunyai karakteristik yang tentunya jauh berbeda apabila dibandingkan dengan bermain pada lingkup domestik. Para pemain bisnis global perlu untuk memperhitungkan aspek ekonomi, hukum, politik, budaya, sosial, dan juga persaingan industri yang terjadi pada negara lokasi bisnis yang dituju.

Untuk bisa mengurangi resiko bisnis global sering sekali perusahaan pemain global melakukan strategi joint venture, lisensi, dan franchise. Sebagai penjabaran-nya, berikut adalah beberapa alternatif yang bisa digunakan oleh perusahaan untuk go international.

1. Joint Venture
Joint Venture adalah sebuah bentuk bisnis internasional yang operasinya berlokasi di luar negeri dan dilakukan dengan melalui kerja sama kepemilikan dengan rekanan lokal. Sebagai contoh, Hitachi, Ltd. Mengadakan sebuah Joint Venture dengan beberapa rekanan, seperti kerja sama dengan Texas Instruments untuk bisa memproduksi memory chips dan dengan General Electric untuk menjual produk lampu di jepang.

2. Global Strategic Partnership
Kerja sama strategis global adalah sebuah bentuk aliansi dengan satu ataupun lebih organisasi luar negeri untuk bisa memanfaatkan kesempatan pada negara lain, ataupun untuk meraih keunggulan dalam produksi atau suplai.

3. Wholly Owned Subsidiaries
Wholly Owned Subsidiaries adalah investasi pada negara lain dengan kepemilikan penuh dan juga kontrol penuh. Strategi ini juga bisa diambil apabila investor memiliki level kepercayaan yang tinggi akan keberhasilan investasi bisnis di luar negeri tersebut.

4. Ekspor Dan Impor
Ekspor adalah menjual suatu barang ataupun komoditi yang diproduksi dari dalam negeri ke pasar luar negeri. Dan begitu juga sebaliknya, impor adalah proses membeli produk dari luar negeri untuk bisa dijual di pasar dalam negeri ataupun untuk dikonsumsi di dalam negeri.

5. Lisensi
Lisensi adalah penjualan hak untuk merek dagang ataupun proses yang telah dipatenkan atau material yang telah mempunyai hak cipta. Beberapa perusahaan asing juga telah memberikan lisensi kepada perusahaan nasional untuk bisa memproduksi suatu komoditi berlisensi asing di indonesia dengan sebuah pengawasan tetap dilakukan oleh pihak pemegang lisensi tersebut. Hal tersebut bisa dilihat pada beberapa komoditi seperti obat, minuman, dan makanan.

6. Franchise
Waralaba atau bisa disebut juga dengan Franchise adalah sebuah bentuk lisensi dimana pembeli lisensi membeli suatu paket komplet, mulai dari peralatan, material, merek dagang maupun pedoman pengelolaan, dengan ruang lingkup sesuai dengan perjanjian yang telah dilakukan.

Contoh beberapa waralaba yang berkembang di indonesia diantaranya adalah Pizza Hut, McDonald’s, Kentucky Fried Chicken, dan yang lainnya. Model dari Franchise inilah yang selanjutnya akan dikembangkan oleh pengusaha nasional untuk bisa mengembangkan jaringan pemasaran, mulai dari apotik, ayam goreng, dan ritel.
Loading...

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Alasan Bisnis Global Dan Strategi Bisnis Global"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel