Pendekatan Contingency Dan Dynamic Engagement

Pendekatan dalam kewirausahaan dan manajemen

A. Pendekatan Contingency
Pendekatan Contingency atau yang biasa juga disebut dengan pendekatan situasional. Pendekatan Contingency ini mengembangkan konsep bahwa teknik manajemen yang paling baik dalam upaya untuk mencapai tujuan organisasi adalah bervariasi tergantung kepada masalah yang tengah dihadapi.


Sebuah konsep kepemimpinan situasional merupakan salah satu hasil yang diperoleh dari pemikiran pengembang ilmu manajemen aliran pendekatan Contingency.

B. Pendekatan Dynamic Engagement
Pendekatan Dynamic Engagement atau dinamis melihat bahwa faktor hubungan manusia dan waktu memengaruhi konsep manajemen. Organisasi berhadapan dengan lingkungan yang bisa berubah dengan cepat. Dan oleh karena itu, pendekatan manajemen haruslah dinamis, tidak bisa statis.

Menurut pendapat Stoner J.A., R.E Freeman dan juga D.R Gilbert Jr. Pada tahun 1995, ada sebanyak 6 tema teori manajemen dalam pendekatan dinamis, yaitu sebagai berikut.

1. Budaya dan Multibudaya
Pada saat ini, para manajer sedang menghadapi beragam latar belakang budaya. Charles Taylor mempelopori gerakan Communitarian dimana setiap masyarakat bisa mengklaim keunikannya, seperti halnya keunikan budaya lokal ataupun budaya komunitas yang diminta untuk dilestarikan.

Dengan begitu, tuntutan para manajer sekarang menjadi semakin jauh lebih berat dan juga kompleks (complicated) apabila dibandingkan dengan para manajer pada saat pertama kali konsep manajemen dikembangkan.

2. Kualitas
Pada saat sekarang ini, TQM (total quality management) sudah menjadi suatu hal yang wajib dipahami oleh manajer. Organisasi memakai konsep TQM sebagai sebuah alat bantu untuk bisa menjamin pencapaian standar kualitas sebagai suatu target kinerja.

3. Globalisasi dan Manajemen
Pada era globalisasi seperti yang sekarang ini membuat seolah-olah dunia yang kita tempati sekarang mengkerut dan juga batas-batas geografis semakin terlihat memudar, dengan begitu, pihak manajemen dari perusahaan haruslah bisa menyiasati fenomena yang ditimbulkan oleh adanya globalisasi.

Persaingan dalam perdagangan dalam skala internasional akan menjadi sangat ketat dibandingkan dengan sebelumnya. Pemain lokal juga harus segera mewaspadai serangan yang diberikan oleh pemain global.

4. Inventing dan Reinventing organisasi
Michael Hammer dan juga James Champy telah memaparkan sebuah konsep reengineering the corporation atau rekayasa ulang perusahaan. Reengineering dianggap penting agar organisasi bisa lebih responsif dan bisa sesuai dengan tuntutan yang dihadapi oleh organisasi pada saat sekarang dan masa yang akan datang.

Berdasarkan kepada prinsipnya, Reengineering sama dengan konsep reformasi, di mana Reengineering bisa diterapkan pada konsep bisnis ataupun struktur organisasi. Beberapa kasus juga sudah menunjukkan bahwa perusahaan besar yang tidak efisien dan juga mulai kehilangan daya saing bisa memperbaiki kinerjanya dengan proses rekayasa ulang perusahaan, baik itu dalam hal struktur organisasi, kompetensi SDM, budaya organisasi, dan juga teknologi.

5. Lingkungan Organisasi Yang Baru
Seorang pimpinan sangat disarankan tidak hanya peduli kepada masalah yang dihadapinya saja. Tetapi juga terhadap masalah yang tengah dihadapi oleh manajer lainnya, baik itu berada di luar ataupun di dalam perusahaan/organisasi. Yang merupakan salah satu motor kajian dalam pendekatan dinamis adalah Michael Porter yang memperkenalkan konsep competitive strategy atau strategi kompetitif.

6. Etika dan Tanggung Jawab Sosial
Tepatnya pada tahun 1982, Thomas Peters dan Robert Waterman mengarang sebuah buku in search of excellence. Dalam studinya terhadap berbagai macam perusahaan yang mempunyai kinerja yang tinggi, Thomas Peters dan Robert Waterman melihat adanya sebuah kecenderungan yang sama dimana setiap perusahaan top performers tersebut memiliki sebuah perhatian terhadap masalah etika dan tanggung jawab sosial.

Hal itu berkaitan dengan faktor moral para karyawan. Jika perusahaan memerhatikan tanggung jawab sosial dan etika akan memberikan sebuah kebanggaan dan sebuah dorongan moral kepada karyawan sehingga bisa sangat berpengaruh positif terhadap motivasi kerja karyawan. Selanjutnya motivasi kerja karyawan akan berdampak pada pencapaian kinerja perusahaan tersebut.
Loading...

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Pendekatan Contingency Dan Dynamic Engagement"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel