Pendekatan Etika Tingkah Laku Dan Norma Etika

penjelasan lengkap



A. Pendekatan Etika Tingkah Laku
Etika tingkah laku manajerial akan memengaruhi pola pikir, tindakan, dan kebijakan organisasi. Secara garis besarnya terdapat 4 macam pendekatan yang berhubungan dengan etika tingkah laku, yaitu diantaranya adalah sebagai berikut.


1. Pendekatan Moral-Hak (moral-right view)
Pendekatan ini lebih memberikan perhatian kepada hak asasi manusia yang memiliki sifat fundamental. Dan menurut John Locke serta Thomas Jefferson, setiap manusia memiliki hak untuk hidup, untuk mendapatkan keadilan, dan juga untuk memiliki kebebasan. Dalam pendekatan ini sendiri, segala hak karyawan menjadi sorotan, seperti halnya hak atas privasi, hak fasilitas, pelayanan kesehatan , hak menyampaikan pendapat, dan sebagainya.

2. Pendekatan Keadilan (justice view)
Pendekatan ini melandaskan moral perilaku pada ketentuan dan juga standar. Setidaknya terdapat 2 isu utama dalam pendekatan ini, yaitu keadilan prosedur dan juga keadilan distributif. Keadilan prosedur terkait dengan seberapa jauh kebijakan serta aturan dijalankan secara adil, contohnya saja tanpa membedakan status dan jabatan.

Walaupun kedudukan yang sedang dijalani sebagai pimpinan, akan tetapi apabila melakukan sebuah kesalahan maka tetap akan mendapatkan sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku di perusahaan tersebut. Sedangkan yang dimaksud dengan keadilan distributif dikaitkan dengan seberapa jauh sebuah perlakuan yang sama tetap diterapkan, tanpa membedakan umur, ras, etnis dan gender. Contohnya seperti, seorang wanita dengan sebuah kualifikasi yang sama dan juga bobot tanggung jawab yang dimiliki relatif sama dengan seorang pria, maka ia akan mendapatkan gaji yang sama jumlahnya dengan gaji yang juga diterima oleh pria tersebut.

3. utilitarian (utilitarian view)
Dengan berdasarkan pada pendekatan ini, maka sesuatu akan dinilai baik apabila dianggap baik oleh sebagian banyak orang. Pendekatan ini sendiri dipelopori oleh Filsuf John Stuart Mill pad abad 19. dalam politik, salah satu pengaplikasiannya dapat kita lihat pada prinsip demokrasi, yaitu “dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat”.

Pendekatan ini membuat perusahaan bisa melakukan downsizing ataupun mem-PHK kan sebagian karyawan yang dipekerjakan-nya. Contohnya saja, 25 persen dari jumlah total seluruh karyawan diberhentikan untuk bisa menghindari kebangkrutan dan juga meningkatkan kesejahteraan pada sebagian besar karyawan yang proporsi-nya sebesar 75 persen, akan tetapi hak 30 persen karyawan tersebut tetap diberikan.

4. Pendekatan Individualisme (individualism view)
Berbeda dengan pendekatan sebelumnya yang lebih berdasarkan kepada kepentingan khalayak, etika pendekatan individualisme lebih dikaitkan dengan kepentingan pribadi yang mempunyai sifat jangka panjang. Dan apabila dari masing-masing individu berorientasi pada kepentingan jangka panjang, bisa dipercaya akan terciptanya sebuah kondisi win-win solution, yang dimana tidak ada yang berlaku curang hanya untuk kepentingan jangka pendek.

Apabila salah satu pihak terdapat melakukan kecurangan, maka pihak yang dirugikan akan membalas sehingga kepentingan jangka panjang milik kedua belah pihak tidak akan bisa tercapai. Kaum ekonomi aliran klasik juga memiliki jalan yang sama dengan pendekatan individualisme.

Ekonomi klasik memiliki pendapat bahwa mekanisme pasar akan tejadi tarik ulur antara pelaku ekonomi untuk bisa memaksimalkan kepentingan dari masing-masing pihak, yang dimana secara jangka panjang akan terciptanya sebuah keseimbangan (equilibrium).

B. Norma Etika
Menurut pendapat dari Zimmerer pada tahun 1996 dalam suryana (2006) setidaknya ada tiga tingkatan dalam norma etika, yaitu sebagai berikut..

1. Hukum
Seperti yang kita ketahui bahwa hukum mengatur tingkah laku yang dilarang dan diperbolehkan. Juga sering sekali hukum hanya mengatur standar perilaku yang minimal, contohnya saja penetapan upah minimum regional (UMR) oleh pemerintah.

2. Kebijakan dan prosedur organisasi
Kebijakan dan prosedur organisasi merupakan sebuah aturan formal organisasi yang dijadikan salah satu patokan bagi anggota organisasi, contohnya saja peraturan perusahaan.

3. Moral sikap dan mental individu
Nilai dari moral sikap dan juga mental individu berkembang sepanjang hidup individu, yang dimana dipengaruhi oleh macam-macam nilai yang berasal dari agama, lingkungan sosial, pendidikan, dan juga keluarga.
Loading...

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Pendekatan Etika Tingkah Laku Dan Norma Etika"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel