Perkembangan Awal Pemikiran Manajemen

menurut para ahli versi mario bd

Konsep Manajemen pada awalnya telah mulai dikembangkan oleh beberapa kerajaan kuno seperti bahasa Sumeria, yunani, mesir, babilonia, romawi, dan sebagainya. Menurut Stoner J.A., R.E. Freeman dan juga D.R. Gilbert Jr. (1995), organisasi yang memiliki sifat formal sudah bisa dilihat. Diantaranya, pada angkatan perang romawi, Gereja katolik roma dan angkatan perang yunani.



Pemerintah Sumeria juga telah menggunakan peraturan yang tertulis. Dalam membangun piramida bangsa mesir telah menggunakan fungsi-fungsi manajemen seperti pengorganisasian, perencanaan, dan juga pengendalian. Pemerintah babilonia telah menerapkan kebijakan dan hukuman dalam menjalankan pemerintahan. Pemerintah yunani kuno telah menggunakan sistem pemerintahan yang tidak sama untuk setiap kota dan juga negara bagian yang berada dalam wilayah kekuasaannya. Pemerintah romawi juga telah memakai struktur organisasi yang rapi untuk bisa memperlancar komunikasi dan pengendalian.

Bukan hanya itu saja, beberapa tokoh juga dikenal menjadi pioner dalam perkembangan ilmu manajemen, diantaranya Sun Tzu dan Plato. Sun Tzu dikenal sebagai ahli perang China kuno, sedangkan Plato dikenal sebagai filsuf yunani kuno. Pada 350 SM Plato telah mencoba untuk mendeskripsikan spesialisasi pekerjaan. Sedangkan Sun Tzu dikenal dengan strategi perangnya yang sangat legendaris.

Dengan berdasarkan sejarah diatas teori manajemen terus mengalami evolusi. Masing-masing pionir pengembangan ilmu manajemen telah memberikan kontribusi-nya. Menurut Stoner J.A., R.E Freeman dan juga D.R. Gilberth Jr. Pada tahun 1995 dan Schermerhorn pada tahun 1996, terdapat beberapa pendekatan ataupun aliran dalam kajian teknologi manajemen, diantaranya adalah:

  • The Systems Approach
  • The Contingency Approach
  • Dynamic Engagement Approach
  • Scientific Management School
  • Classical Organizational Theory School
  • The Behavioral School
  • Management Science

1. Hugo Munsterberg (1863-1916)
Pendekatan tingkah laku dipelopori antara lain oleh Hugo Munsterberg, Abraham Maslow, Douglas Mcgregor, dan juga Elton Mayo. Sebelumnya, perspektif aliran klasik cenderung lebih memperhatikan organisasi hanya dalam pendekatan mekanis. Sedangkan pengusung aliran tingkah laku memandang tingkah laku sebagai hal yang tidak bisa dianggap remeh dalam pengelolaan organisasi.

2. Elton Mayo (1880-1949)
Elton Mayo melakukan sebuah studi Hawthorne dengan lokasi di pabrik Western Electric, Hawthrone, dengan dengan Chicago pada tahun 1927-1932. dan hasil dengan dilakukannya riset tersebut diantaranya dilakukan kajian pengaruh pencahayaan pabrik dengan produktivitas karyawan.

3. Douglas McGregor
Douglas McGregor sangat terkenal dengan teori X dan Y yang membahas mengenai perilaku dan juga motivasi para pekerja. Berikut adalah Teori X dan Y yang dibuat oleh Douglas McGregor.

A. Teori X (Pandangan Negatif)

  • orang cenderung malas dan tidak suka bekerja, serta berusaha menghindari pekerjaan.
  • Pimpinan harus mengendalikan, memaksa, mengancam, dan mengarahkan karyawan agar mau bekerja untuk mencapai tujuan organisasi.
  • Orang cenderung suka diarahkan, menghindari tanggung jawab, tidak terlalu berambisi, dan menginginkan keamanan.

B. Teori Y (Pandangan Positif)

  • Orang secara alami tidak membenci pekerjaan, tetapi memandang pekerjaan sebagai bagian dari hidup.
  • Orang yang mempunyai kapasitas untuk berinovasi dalam memecahkan masalah organisasi.
  • Orang secara sukarela mengikatkan diri pada tujuan bersama dan akan menerima penghargaan apabila mencapai tujuan tersebut.
  • Orang pada dasarnya memiliki kecerdasan, tetapi sering kali organisasi tidak memanfaatkan kelebihan karyawan secara optimal.
  • Orang yang secara internal termotivasi untuk bisa mencapai suatu tujuan yang sudah menjadi tanggung jawab bersama.

4. Henry Fayol (1841-1925)
Henry Fayol merupakan pengusung aliran teori organisasi klasik. Henry Fayol juga merupakan industrialisasi yang berasal dari prancis. Berikut adalah 14 prinsip manajemen yang diperkenalkan oleh Fayol.

  • Esprite de Corps (semangat korps)
  • Centralization (sentralisasi)
  • The Hierarchy (Hierarki)
  • Order (tata tertib)
  • Equity (keadilan)
  • Stability Of Staff (stabilitas staff)
  • Initiative (inisiatif)
  • Division Of Labor (pembagian pekerjaan)
  • Authority (kewenangan)
  • Discipline (disiplin)
  • Unity Of Command (kesatuan komando)
  • Unity Of Direction (kesatuan dalam pengarahan)
  • Subordination of individual interest to the common good (kepentingan bersama diatas kepentingan pribadi)
  • Remuneration (remunerasi)

5. Max Weber (1864-1920)
Max Weber juga merupakan pengusung aliran teori organisasi klasik. Max Weber mulai memperkenalkan konsep birokrasi. Weber menilai dibutuhkan adanya sebuah aturan dan kewenangan yang tegas agar kompleksitas pekerjaan bisa terealisasikan dengan efektif, efisien, dan rapi.

6. Mary Parker Follett (1868-1933)
Mary Parker Follett merupakan seorang pengusung aliran teori organisasi klasik. Mary Parker Follett memandang sebuah manajemen sebagai seni untuk mencapai sesuatu melalui orang lain. Definisi manajemen ini selanjutnya sering digunakan sebagai suatu acuan dalam konsep ilmu manajemen.

7. Frederick W. Taylor (1856-1915)
Frederick W. Taylor merupakan seorang pengusung aliran manajemen ilmiah. Taylor juga pernah bekerja pada Midvale Steel Company di Philadelphia sebagai seorang mandor, selanjutnya menjadi seorang konsultan pada beberapa perusahaan baja. Pada saat itu, Taylor sedang melihat fenomena “soldering, yaitu dimana pekerja terlihat memperlambat kinerjanya.

Selanjutnya, Taylor mencoba menghitung lama setiap proses produksi baja yang semestinya dan juga merancang cara paling efisien. Lalu Taylor juga menerapkan sistem imbal jasa yang tidak bersifat sama rata, tetapi berdasarkan produktivitas ataupun hasil kerja, dimana sistem tersebut mulai dikenal dengan istilah differential rate system.

8. Henry L. Gantt (1861-1919)
Henry L. Gantt adalah seorang pengusung aliran manajemen ilmiah. Henry L. Gantt juga merupakan kolega Frederick W. Taylor saat mereka di Midvale Steel Company. Gantt mengembangkan sebuah teknik yang kemudian dikenal dengan Bagan Gantt dan Gantt Chart yang sampai saat ini juga masih sangat banyak digunakan.

9. The Gilbreths
The Gilbreths atau yang merupakan pasangan suami istri Frank Gilbreth (1868-1924) dan Lilian Gilbreth (1878-1972) merupakan seorang pengusung aliran manajemen ilmiah. The Gilbreths mempelajari tentang kelelahan dan juga gerakan. Sebagai sebuah gambaran, dalam studinya The Gilbreths bisa mereduksi gerakan tukang penata bata dari 18 gerakan fisik menjadi 5 gerakan, dan juga output-nya meningkat hingga 200%.
Loading...

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Perkembangan Awal Pemikiran Manajemen"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel